PURWOREJO (KRjogja.com) - Petani cabai di sejumlah desa di Kecamatan Purwodadi tetap menangguk untung meski sebagian tanaman mereka diserang hama kekek. Mereka mengaku terbantu dengan tingginya harga jual cabe saat ini.
Petani di Desa Kebonsari Kecamatan Purwodadi, Nanang mengatakan, hampir sepertiga tanaman cabai seluas 1.400 meter persegi yang terkena hama kekek. Kekek menyerang buah cabai dan mengakibatkannya busuk serta rontok.
"Ada yang kena kekek, namun masih bisa panen cabai. Ladang saya sudah dipetik sebanyak sepuluh kali," tuturnya kepada KRjogja.com, Kamis (29/7).
Petani cabai di Desa Bubutan Purwodadi tengah panen.
Foto: Jarot Sarwosambodo
Meski demikian, hasil cabai tidak bisa maksimal lantaran sebagian tanaman tidak menghasilkan akibat serangan hama. Tanpa serangan hama, ladang cabai milik Nanang mampu menghasilkan 3,5 kuintal sekali tebas. Namun, kini hanya sekitar satu kuintal saja.
Biarpun produksi menurun, petani bisa menjual cabai merah dengan harga tinggi. Kini harga cabai di tingkat petani sekitar Rp 24.500 setiap kilogram. "Bahkan beberapa hari sebelumnya, harga sempat menembus Rp 36 ribu setiap kilogram," ucapnya.
Lurah Bubutan Purwodadi, Agus Wahyono menambahkan, setiap iring atau lahan seluas 1.400 meter persegi memerlukan biaya produksi hingga Rp 4 juta. Namun, setelah dewasa, tanaman cabai bisa dipanen sebanyak 15 kali.
Menurutnya, dengan hasil panen minimal 1 kuintal dan harga di ladang Rp 24.500, petani masih bisa mendapatkan uang Rp 2,45 juta. "Padahal mereka rata-rata sudah panen sepuluh kali, jadi bisa dibayangkan keuntungan yang didapatkan petani," imbuhnya.(R-1)
Petani di Desa Kebonsari Kecamatan Purwodadi, Nanang mengatakan, hampir sepertiga tanaman cabai seluas 1.400 meter persegi yang terkena hama kekek. Kekek menyerang buah cabai dan mengakibatkannya busuk serta rontok.
"Ada yang kena kekek, namun masih bisa panen cabai. Ladang saya sudah dipetik sebanyak sepuluh kali," tuturnya kepada KRjogja.com, Kamis (29/7).
Petani cabai di Desa Bubutan Purwodadi tengah panen.
Foto: Jarot Sarwosambodo
Meski demikian, hasil cabai tidak bisa maksimal lantaran sebagian tanaman tidak menghasilkan akibat serangan hama. Tanpa serangan hama, ladang cabai milik Nanang mampu menghasilkan 3,5 kuintal sekali tebas. Namun, kini hanya sekitar satu kuintal saja.
Biarpun produksi menurun, petani bisa menjual cabai merah dengan harga tinggi. Kini harga cabai di tingkat petani sekitar Rp 24.500 setiap kilogram. "Bahkan beberapa hari sebelumnya, harga sempat menembus Rp 36 ribu setiap kilogram," ucapnya.
Lurah Bubutan Purwodadi, Agus Wahyono menambahkan, setiap iring atau lahan seluas 1.400 meter persegi memerlukan biaya produksi hingga Rp 4 juta. Namun, setelah dewasa, tanaman cabai bisa dipanen sebanyak 15 kali.
Menurutnya, dengan hasil panen minimal 1 kuintal dan harga di ladang Rp 24.500, petani masih bisa mendapatkan uang Rp 2,45 juta. "Padahal mereka rata-rata sudah panen sepuluh kali, jadi bisa dibayangkan keuntungan yang didapatkan petani," imbuhnya.(R-1)
sumber: http//www.krjogja.com/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar